Sepiring
Rindu Untuk Malang
Alarm berdering di waktu subuh,
Aku terjaga dari mimpi yang memberiku kenyamanan
malam
Subuh, subuh ini tak ingin kulewatkan
Di kota ini aku belajar mengendalikan diri terbangun
untuk subuh
Berat mataku, langkahku, bahkan untuk beranjak dari
planet yang kusebut kasurpun aku tak sanggup
Waktu berlalu hingga aku terbiasa melangkah untuk
subuh
Aku tersadar kini suasana subuh di kota dingin ini
tak akan lagi kurasakan
Sejuknya pagi, ramainya mahasiswa, tak akan kujumpa
lagi
Teriknya matahari dalam kabut mendungpun tak akan
aku temui
Hujan deras di kala sorepun tak akan aku keluhkan
kehadirannya
Dinginnya malam tak lagi aku dekap
Canda tawa teman satu rumah perantauan tak lagi ku
dengar
Tingkah jail konyol pun tak akan lagi aku lihat
Hanya kenangan yang akan aku tulis dalam lembar
album hidupku
Kutuang tiap kenangan dalam sepiring rindu yang
menjadi asupan semangatku menjalani hari meraih masa depan
Rindu pada kota kecil penuh kenangan yang kusebut
MALANG


